Foto : Humas Jateng
BOYOLALI, SUARASOLO.id— Ajang lari Susurun 2026 yang dihelat di Alun-Alun Kidul Boyolali, Minggu (18/10), sukses menarik perhatian ribuan peserta. Tidak hanya berfokus pada olahraga, event tahun kedua ini dirancang khusus sebagai panggung strategis untuk mendongkrak sektor pariwisata dan kuliner lokal.
Tercatat sebanyak 2.500 pelari dari berbagai daerah memeriahkan acara ini. Angka tersebut melonjak signifikan sekitar 56% dibandingkan penyelenggaraan perdana tahun lalu yang diikuti oleh 1.600 peserta.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi untuk melepas peserta kategori 10 kilometer (10K), menyatakan bahwa Susurun 2026 merupakan wujud nyata pengembangan sport tourism di Jawa Tengah.
”Boyolali punya kekayaan alam luar biasa, sehingga wisata Boyolali perlu kita kembangkan,” ungkap Sumarno.
Ia berharap event semacam ini mampu memikat wisatawan luar daerah untuk mengeksplorasi keindahan alam serta mencicipi kuliner khas Boyolali. Lebih lanjut, Pemprov Jateng mendorong setiap kabupaten/kota untuk aktif menggelar sport tourism yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing, baik berupa road run maupun trail run.

Sementara itu, Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyambut baik antusiasme tinggi dari para peserta. Ia berharap Susurun dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan. Selain membudayakan hidup sehat, lonjakan peserta ini diyakini memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal, mulai dari pelaku UMKM, sektor perhotelan, hingga industri kuliner.
Sebagai informasi, Susurun 2026 terselenggara berkat kolaborasi apik antara Kraft Kreativindo dan Pemkab Boyolali. Menghadirkan kategori 5K dan 10K, ajang ini sukses memadukan olahraga, keindahan alam, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Sepanjang rute, para pelari disambut dukungan warga, anak-anak sekolah, hingga kelompok seni dan budaya setempat. Suasana tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membuat peserta tidak hanya berfokus mengejar catatan waktu, tetapi juga menikmati pengalaman berlari di Boyolali.
Identitas Boyolali sebagai Kota Susu turut dihadirkan dalam event tersebut. Panitia menyediakan susu asli daerah sebagai penyegaran bagi pelari.

Salah seorang peserta asal Solo, Fety mengaku, menjadi peserta rutin gelaran Susurun. Di tahun sebelumnya ia juga berpartisipasi mengikuti gelaran ini. Ia menilai, kemeriahan dukungan warga di sepanjang rute tahun ini semakin terasa.
Bagi Fety, dukungan warga menjadi pengalaman tersendiri selama mengikuti lomba. Ia berharap penyelenggaraan berikutnya semakin meriah dan mampu menarik lebih banyak peserta.

Harapan serupa disampaikan Revan, peserta asal Semarang yang mengikuti Susurun dengan mengenakan kostum Bujang Ganong, salah satu karakter dalam kesenian Reog Ponorogo.
Ia pun berharap dapat kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan berikutnya dengan kostum yang lebih menarik.
“Tahun depan semoga bisa ikut lagi, memakai kostum lain yang lebih keren, dan ikut mempromosikan susu Boyolali, susunya segar,” pungkasnya.
VA PAULO /*

